Kamis, 25 April 2019

Transjakarta, Layanan Inovatif di Ibukota

            Akhir akhir ini, di ibukota, baru saja dioperasikan sebuah inovasi bagi perkembangan transportasi umum di Jakarta, yakni MRT atau Moda Raya Terpadu, yang merupakan hasil kerjasama Pemprov DKI Jakarta dengan PD Pasar Jaya. Ini merupakan bukti kalau sektor transportasi umum di Indonesia, sedang berkembang pesat.
            Memang, jalur ibukota Jakarta sangat memadai untuk dilewati oleh transportasi – transportasi umum. Pemerintah juga sudah merancang dan membangun kebijakan mengenai transportasi umum. Tapi, masih saja banyak masyarakat Jakarta yang enggan untuk naik transportasi umum. Mereka mempunyai berbagai macam alasan, seperti tidak ada transportasi umum yang melewati rumahnya, atau kondisi transportasi umum yang kurang layak.
Mengenai dua hal di atas, Pemerintah sedang berupaya membenahi masalah tersebut. Seperti sekarang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan rehabilitasi besar – besaran untuk armada TransJakarta. Baru – baru ini. PT. TransJakarta bekerjasama dengan perusahaan – perusahaan ternama seperti Perum DAMRI, PT. Pahala Kencana, PT. Steady Safe, Perum PPD, dan beberapa perusahaan lain dalam pengoperasian bus TransJakarta.
Bus Transjakarta dengan kode SAF hasil kerjasama dengan PT. Steady Safe
(sumber foto : flickr.com)

Bus TransJakarta saat ini menggunakan mesin – mesin bus kelas dunia, seperti Scania, MAN, Hino, Mercedes – Benz, dan Zhongtong. Sedangkan untuk body bus, PT. TransJakarta masih mempercayakannya kepada pabrik karoseri dalam negeri, seperti body Cityline 2 dan Discovery buatan Karoseri Laksana Ungaran, Velocity karya Karoseri Tentrem Malang, Maxibus dan Maxi Miracle dari Karoseri Nusantara Gemilang Kudus, Cityliner buatan Karoseri Rahayu Santosa Bogor, Highlander, Paradise, dan Citouro buatan Karoseri New Armada Magelang, serta Ultima Series dari Karoseri Trisakti Magelang.
TransJakarta dengan body Cityline 2 buatan Laksana Ungaran
(sumber foto : laksanabus.com)

TransJakarta mempunyai beberapa layanan, dengan tujuan yang berbeda untuk masyarakat kota Jakarta. Yang pertama, TransJakarta melayani jurusan reguler dengan rute yang berbeda – beda. Layanan ini dikhususkan untuk kalian yang ingin berpergian dengan menggunakan transportasi umum. Selain itu, TransJakarta juga memiliki layanan RoyalTrans, yakni bus premium dengan fasilitas yang nyaman untuk penumpang. Dengan kapasitas untuk penumpang duduk sebanyak 30 orang, dan penumpang berdiri sebanyak 13 orang. Bus ini juga dilengkapi dengan TV 19 inch untuk mengobati rasa penat penumpang setelah beraktivitas, serta USB Port untuk mengisi daya gadget di setiap kursi penumpang dan tempat untuk botol minum penumpang.
Armada RoyalTrans dengan body Citouro 9 Karoseri New Armada Magelang
(sumber foto : haltebus.com)

Selanjutnya ada layanan Angkutan Malam Hari (Amari) dan Angkutan Dini Hari (Andini) yang beroperasi setiap pukul 10 malam sampai pukul 5 pagi di koridor 1 – 11. Setelah itu, TransJakarta juga melayani penumpang dari sekitar Jakarta melalui layanan Angkutan Perbatasan. Layanan ini beroperasi untuk warga sekitar Jakarta yang akan pergi ke kota Jakarta, dan sebaliknya. Angkutan Perbatasan melayani rute dari kota Depok, Bekasi, Tangerang, dan Tangerang Selatan. Selain angkutan perbatasan, TransJakarta juga memiliki pengumpan dalam kota, atau biasa disebut MetroTrans dan MiniTrans untuk armada mediumnya. Angkutan ini melayanai rute yang jangkauannya di sekitar Jakarta.
Armada MetroTrans dengan body Cityline 2 Laksana
(sumber foto : www.ridertua.com)

Selain itu, demi memenuhi kebutuhan masyarakat, TransJakarta juga memberikan pelayanan rute pengumpan PRJ Kemayoran. Rute ini dibuka jika sedang dilaksanakan event Pekan Raya Jakarta di Jakarta International Expo. Ada juga layanan bus pengumpan bagi pengguna KRL, disediakan bus – bus di stasiun KRL sekitar Jabodetabek, agar penumpang KRL tidak kesulitan untuk berganti moda transportasi. Dan ada layanan gratis menuju rusunawa untuk pemegang KTP rusunawa. Juga bus gratis bagi masyarakat yang terkena imbas “Car Free Day” yang beroperasi sekitar pukul 8 pagi sampai pukul 3 sore.
Untuk armada regulernya, TransJakarta memiliki lebih dari 1347 unit bus yang melintasi 260 halte di 13 korider berbeda. Koridor 1 diisi oleh armada bus dengan mesin Zhongtong Bus LKC6180GC, Scania K320IA Euro 6, Scania K340IA Euro 6, Mercedes – Benz OH 1526 NG, Mercedes – Benz OH 1626, Scania K310IB Maxi, dan Volvo B11R Maxi yang melayani rute Blok M – Kota. Koridor 2 diisi oleh armada bus Scania K320IA Euro 6, Scania K310IB Maxi, Mercedes – Benz OH 1626, Hino RK8 JSKA, dan Volvo B11R Maxi melayani rute Pulogadung – Harmoni Central. Koridor 3 diisi oleh armada bus Scania K320IA Euro 6, Scania K310IB Maxi, Volvo B11R Maxi, dan Hino RK8 JSKA dengan rute Kalideres – Pasar Baru. Koridor 4 diisi oleh armada bus bermesin Hino RK8 JSKA, Scania K310IB Maxi, dan Mercedes – Benz OH 1626 melayani rute Pulogadung – Dukuh Atas. Koridor 5 dengan armada bus Zhongtong Bus LCK6180GC, Hino RK8 JSKA, Volvo B11R Maxi, Mercedes – Benz OC500RF 2542, Yutong ZK6180HGC, Ankai HFF6180G02D, Scania K310IB Maxi, dan Mercedes – Benz OH 1626 melayani rute Kampung Melayu – Ancol.
TransJakarta Scania K320IA
(sumber foto : megapolitan.kompas.com)

Untuk Koridor 6 melayani rute Ragunan – Dukuh Atas diisi oleh bus Hino RK8 JSKA, Mercedes – Benz OH 1526 NG, Scania K310IB Maxi, Mercedes – Benz OH 1626 NG, dan Volvo B11R Maxi. Koridor 7 dengan rute Kampung Rambutan – Kampung Melayu diisi oleh armada Hino RK8 JSKA, Mercedes – Benz OH 1526 NG, Scania K310IB Maxi, dan Mercedes – Benz OH 1626. Koridor 8 diisi oleh armada bus Zhongtong Bus LCK6180GC, Hino RK8 JSKA, dan Volvo B11R Maxi melayani rute Lebak Bulus – Harmoni Central. Koridor 9 diisi oleh armada bus Zhongtong Bus LCK6180GC, Scania K320IA Euro 6, Mercedes – Benz OH 1526 NG, Mercedes – Benz OC500RF 2542, Mercedes – Benz OH 1626, Scania K310IB Maxi, Volvo B11R Maxi, dan Hino RK8 JSKA dengan rute Pinang Ranti – Pluit. Koridor 10 diisi armada Hino RK8 JSKA, Yutong ZK6180HGC, Ankai HFF6180G02D, Mercedes – Benz OH 1526 NG, Zhongtong Bus LCK6180GC, Mercedes – Benz OC500RF 2542, Scania K310IB Maxi, Mercedes – Benz OH 1626, dan Volvo B11R Maxi melayani rute PGC – Tanjung Priok. Koridor 11 dengan bus Mercedes – Benz OC500RF 2542, Hino RK8 JSKA, dan Volvo B11R mengisi rute Walikota Jakarta TImur – Kampung Melayu. Koridor 12 mengisi rute Penjaringan – Tanjung Priok dengan bus Hino RK8 JSKA, Volvo B11R Maxi, dan Mercedes – Benz OH 1626. Koridor 13 diisi oleh armada bus Mercedes – Benz OH 1526 dan Mercedes – Benz OH 1626 melayani rute Ciledug – Tendean yang sebelumnya direncanakan menjadi koridor 15.
Armada TransJakarta Zhongtong
(sumber foto : viva.co.id)

PT. TransJakarta juga memiliki Bus Tingkat Wisata hasil kerjasama dengan beberapa perusahaan yang melayani tujuh rute yang terkhusus pada rencana wisata pelanggan. Rute BW1 melayani jurusan “History of Jakarta (Sejarah Jakarta)”, rute BW2 melayani jurusan “Jakarta Modern (Jakarta Baru)”, rute BW3 melayani jurusan “Art & Culinary (Kesenian dan Kuliner)”, rute BW4 melayani jurusan “Jakarta Skyscrapers (Pencakar Langit Jakarta)”, rute BW5 melayani jurusan “Jakarta Open Space (Ruang Terbuka Jakarta)”, rute BW6 melayani jurusan “Priok Cemetery (Makam Mbah Priok)”, dan rute BW7 melayani jurusan “Jakarta Shopping (Wisata Belanja)”. Jika kalian berminat untuk keliling kota Jakarta, menggunakan layanan Bus Tingkat Wisata ini cukup memuaskan. Dengan fasilitas AC, dan tempat duduk yang nyaman, kita dapat menuju tempat wisata tujuan sambil menikmati keunikan kota Jakarta.
Bus Tingkat Wisata hasil kerjasama PT Transjakarta dengan CIMB Niaga
(sumber foto : deladeni.com)


Tentunya, semua armada, rute, dan fasilitas yang disediakan oleh PT. TransJakarta dibuat, dengan tujuan agar masyarakat merasa nyaman naik angkutan umum, dan mendukung program pemerintah agar masyarakat beralih ke transportasi umum. Sesuai dengan slogan TransJakarta, #KiniLebihBaik, kita semua berharap, dengan inovasi – inovasi dan pembaruan di bidang transportasi umum, penggunaan kendaraan pribadi menjadi berkurang, dan masalah kemacetan yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Jakarta teratasi. Selain itu, dengan menaiki angkutan umum, kita juga bisa belajar bagaimana menghargai orang lain. Di angkutan umum, kita bertemu banyak orang dengan latar belakang berbeda. Kita harus bisa menghargai orang lain, agar tidak terjadi kericuhan di dalam angkutan umum. Dengan memberikan tempat duduk kepada yang lebih membutuhkan, seperti ibu hamil dan lansia, kita juga belajar menghormati orang lain. Bukankah kalau orang saling menghormati, dunia akan terasa lebih indah?