Akhir akhir ini, di ibukota, baru saja dioperasikan
sebuah inovasi bagi perkembangan transportasi umum di Jakarta, yakni MRT atau Moda
Raya Terpadu, yang merupakan hasil kerjasama Pemprov DKI Jakarta dengan PD
Pasar Jaya. Ini merupakan bukti kalau sektor transportasi umum di Indonesia,
sedang berkembang pesat.
Memang, jalur ibukota Jakarta sangat memadai untuk
dilewati oleh transportasi – transportasi umum. Pemerintah juga sudah merancang
dan membangun kebijakan mengenai transportasi umum. Tapi, masih saja banyak
masyarakat Jakarta yang enggan untuk naik transportasi umum. Mereka mempunyai
berbagai macam alasan, seperti tidak ada transportasi umum yang melewati
rumahnya, atau kondisi transportasi umum yang kurang layak.
Mengenai
dua hal di atas, Pemerintah sedang berupaya membenahi masalah tersebut. Seperti
sekarang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan rehabilitasi besar –
besaran untuk armada TransJakarta. Baru – baru ini. PT. TransJakarta
bekerjasama dengan perusahaan – perusahaan ternama seperti Perum DAMRI, PT.
Pahala Kencana, PT. Steady Safe, Perum PPD, dan beberapa perusahaan lain dalam
pengoperasian bus TransJakarta.
Bus
Transjakarta dengan kode SAF hasil kerjasama dengan PT. Steady Safe
(sumber
foto : flickr.com)
Bus
TransJakarta saat ini menggunakan mesin – mesin bus kelas dunia, seperti
Scania, MAN, Hino, Mercedes – Benz, dan Zhongtong. Sedangkan untuk body bus,
PT. TransJakarta masih mempercayakannya kepada pabrik karoseri dalam negeri,
seperti body Cityline 2 dan Discovery buatan Karoseri Laksana Ungaran, Velocity
karya Karoseri Tentrem Malang, Maxibus dan Maxi Miracle dari Karoseri Nusantara
Gemilang Kudus, Cityliner buatan Karoseri Rahayu Santosa Bogor, Highlander,
Paradise, dan Citouro buatan Karoseri New Armada Magelang, serta Ultima Series
dari Karoseri Trisakti Magelang.
TransJakarta
dengan body Cityline 2 buatan Laksana Ungaran
(sumber
foto : laksanabus.com)
TransJakarta
mempunyai beberapa layanan, dengan tujuan yang berbeda untuk masyarakat kota
Jakarta. Yang pertama, TransJakarta melayani jurusan reguler dengan rute yang berbeda – beda. Layanan ini dikhususkan
untuk kalian yang ingin berpergian dengan menggunakan transportasi umum. Selain
itu, TransJakarta juga memiliki layanan RoyalTrans,
yakni bus premium dengan fasilitas yang nyaman untuk penumpang. Dengan kapasitas
untuk penumpang duduk sebanyak 30 orang, dan penumpang berdiri sebanyak 13
orang. Bus ini juga dilengkapi dengan TV 19 inch untuk mengobati rasa penat
penumpang setelah beraktivitas, serta USB Port untuk mengisi daya gadget di
setiap kursi penumpang dan tempat untuk botol minum penumpang.
Armada
RoyalTrans dengan body Citouro 9 Karoseri New Armada Magelang
(sumber
foto : haltebus.com)
Selanjutnya
ada layanan Angkutan Malam Hari (Amari) dan Angkutan Dini Hari (Andini) yang
beroperasi setiap pukul 10 malam sampai pukul 5 pagi di koridor 1 – 11. Setelah
itu, TransJakarta juga melayani penumpang dari sekitar Jakarta melalui layanan Angkutan Perbatasan. Layanan ini
beroperasi untuk warga sekitar Jakarta yang akan pergi ke kota Jakarta, dan
sebaliknya. Angkutan Perbatasan melayani rute dari kota Depok, Bekasi,
Tangerang, dan Tangerang Selatan. Selain angkutan perbatasan, TransJakarta juga
memiliki pengumpan dalam kota, atau biasa disebut MetroTrans dan MiniTrans
untuk armada mediumnya. Angkutan ini melayanai rute yang jangkauannya di
sekitar Jakarta.
Armada
MetroTrans dengan body Cityline 2 Laksana
(sumber
foto : www.ridertua.com)
Selain
itu, demi memenuhi kebutuhan masyarakat, TransJakarta juga memberikan pelayanan
rute pengumpan PRJ Kemayoran. Rute ini dibuka jika sedang dilaksanakan event Pekan
Raya Jakarta di Jakarta International Expo. Ada juga layanan bus pengumpan bagi
pengguna KRL, disediakan bus – bus di stasiun KRL sekitar Jabodetabek, agar
penumpang KRL tidak kesulitan untuk berganti moda transportasi. Dan ada layanan
gratis menuju rusunawa untuk pemegang KTP rusunawa. Juga bus gratis bagi masyarakat
yang terkena imbas “Car Free Day”
yang beroperasi sekitar pukul 8 pagi sampai pukul 3 sore.
Untuk
armada regulernya, TransJakarta memiliki lebih dari 1347 unit bus yang
melintasi 260 halte di 13 korider berbeda. Koridor
1 diisi oleh armada bus dengan mesin Zhongtong Bus LKC6180GC, Scania K320IA
Euro 6, Scania K340IA Euro 6, Mercedes – Benz OH 1526 NG, Mercedes – Benz OH
1626, Scania K310IB Maxi, dan Volvo B11R Maxi yang melayani rute Blok M – Kota. Koridor 2 diisi oleh armada bus Scania K320IA Euro 6, Scania K310IB
Maxi, Mercedes – Benz OH 1626, Hino RK8 JSKA, dan Volvo B11R Maxi melayani rute
Pulogadung – Harmoni Central. Koridor 3 diisi oleh armada bus Scania
K320IA Euro 6, Scania K310IB Maxi, Volvo B11R Maxi, dan Hino RK8 JSKA dengan
rute Kalideres – Pasar Baru. Koridor 4 diisi oleh armada bus
bermesin Hino RK8 JSKA, Scania K310IB Maxi, dan Mercedes – Benz OH 1626
melayani rute Pulogadung – Dukuh Atas.
Koridor 5 dengan armada bus
Zhongtong Bus LCK6180GC, Hino RK8 JSKA, Volvo B11R Maxi, Mercedes – Benz OC500RF
2542, Yutong ZK6180HGC, Ankai HFF6180G02D, Scania K310IB Maxi, dan Mercedes –
Benz OH 1626 melayani rute Kampung
Melayu – Ancol.
TransJakarta
Scania K320IA
(sumber
foto : megapolitan.kompas.com)
Untuk
Koridor 6 melayani rute Ragunan – Dukuh Atas diisi oleh bus
Hino RK8 JSKA, Mercedes – Benz OH 1526 NG, Scania K310IB Maxi, Mercedes – Benz OH
1626 NG, dan Volvo B11R Maxi. Koridor 7 dengan
rute Kampung Rambutan – Kampung Melayu
diisi oleh armada Hino RK8 JSKA, Mercedes – Benz OH 1526 NG, Scania K310IB
Maxi, dan Mercedes – Benz OH 1626. Koridor
8 diisi oleh armada bus Zhongtong Bus LCK6180GC, Hino RK8 JSKA, dan Volvo
B11R Maxi melayani rute Lebak Bulus –
Harmoni Central. Koridor 9 diisi
oleh armada bus Zhongtong Bus LCK6180GC, Scania K320IA Euro 6, Mercedes – Benz OH
1526 NG, Mercedes – Benz OC500RF 2542, Mercedes – Benz OH 1626, Scania K310IB
Maxi, Volvo B11R Maxi, dan Hino RK8 JSKA dengan rute Pinang Ranti – Pluit. Koridor
10 diisi armada Hino RK8 JSKA, Yutong ZK6180HGC, Ankai HFF6180G02D,
Mercedes – Benz OH 1526 NG, Zhongtong Bus LCK6180GC, Mercedes – Benz OC500RF
2542, Scania K310IB Maxi, Mercedes – Benz OH 1626, dan Volvo B11R Maxi melayani
rute PGC – Tanjung Priok. Koridor 11 dengan bus Mercedes – Benz OC500RF
2542, Hino RK8 JSKA, dan Volvo B11R mengisi rute Walikota Jakarta TImur – Kampung Melayu. Koridor 12 mengisi rute Penjaringan
– Tanjung Priok dengan bus Hino RK8 JSKA, Volvo B11R Maxi, dan Mercedes –
Benz OH 1626. Koridor 13 diisi oleh
armada bus Mercedes – Benz OH 1526 dan Mercedes – Benz OH 1626 melayani rute Ciledug – Tendean yang sebelumnya
direncanakan menjadi koridor 15.
Armada
TransJakarta Zhongtong
(sumber
foto : viva.co.id)
PT.
TransJakarta juga memiliki Bus Tingkat Wisata hasil kerjasama dengan beberapa
perusahaan yang melayani tujuh rute yang terkhusus pada rencana wisata
pelanggan. Rute BW1 melayani jurusan
“History of Jakarta (Sejarah Jakarta)”,
rute BW2 melayani jurusan “Jakarta Modern (Jakarta Baru)”, rute BW3 melayani jurusan “Art & Culinary (Kesenian dan Kuliner)”,
rute BW4 melayani jurusan “Jakarta Skyscrapers (Pencakar Langit
Jakarta)”, rute BW5 melayani jurusan
“Jakarta Open Space (Ruang Terbuka
Jakarta)”, rute BW6 melayani
jurusan “Priok Cemetery (Makam Mbah
Priok)”, dan rute BW7 melayani
jurusan “Jakarta Shopping (Wisata
Belanja)”. Jika kalian berminat untuk keliling kota Jakarta, menggunakan
layanan Bus Tingkat Wisata ini cukup memuaskan. Dengan fasilitas AC, dan tempat
duduk yang nyaman, kita dapat menuju tempat wisata tujuan sambil menikmati
keunikan kota Jakarta.
Bus
Tingkat Wisata hasil kerjasama PT Transjakarta dengan CIMB Niaga
(sumber
foto : deladeni.com)
Tentunya,
semua armada, rute, dan fasilitas yang disediakan oleh PT. TransJakarta dibuat,
dengan tujuan agar masyarakat merasa nyaman naik angkutan umum, dan mendukung
program pemerintah agar masyarakat beralih ke transportasi umum. Sesuai dengan
slogan TransJakarta, #KiniLebihBaik, kita semua berharap, dengan inovasi –
inovasi dan pembaruan di bidang transportasi umum, penggunaan kendaraan pribadi
menjadi berkurang, dan masalah kemacetan yang selama ini menjadi momok
menakutkan bagi masyarakat Jakarta teratasi. Selain itu, dengan menaiki
angkutan umum, kita juga bisa belajar bagaimana menghargai orang lain. Di angkutan
umum, kita bertemu banyak orang dengan latar belakang berbeda. Kita harus bisa
menghargai orang lain, agar tidak terjadi kericuhan di dalam angkutan umum. Dengan
memberikan tempat duduk kepada yang lebih membutuhkan, seperti ibu hamil dan
lansia, kita juga belajar menghormati orang lain. Bukankah kalau orang saling
menghormati, dunia akan terasa lebih indah?































